Meriahnya “Be The Best Young Kartini”

Senin, 21 April 2014 SD Labschool Unnes memperingati Hari Kartini dengan mengusung tema “Be The Best Young Kartini”. Dengan beberapa kegiatan diantaranya pemilihan Putra–Putri SD Labschool Unnes Tahun 2014, Pemilihan Kostum Terbaik Tahun 2014, Lomba Mewarnai dan Lomba Cipta Puisi serta ditambah meriah lagi dengan pakaian adat yang dipakai oleh seluruh civitas SD Labschool Unnes.

kartini1kartini3Pemilihan Putra–Putri SD Labschool Unnes tahun 2014 dilaksanakan dalam beberapa tahap. Tahap pertama tes seleksi tertulis, tahap kedua orasi ke tiap–tiap kelas dan pemilihan suara (pemilu). Adapun yang menjadi program andalan dari putra-putri SD Labschool Unnes ketika berorasi yaitu mengajak seluruh warga sekolah untuk mematuhi peraturan di SD Labschool Unnes, menjaga kebersihan demi terciptanya sekolah yang sehat dan bersih, mengadakan pertandingan olahraga untuk guru, siswa dan wali murid, mengajak untuk meningkatkan prestasi baik akademik maupun non akademik.

Kegiatan peringatan Hari Kartini berlangsung dengan tertib, lancar dan meriah. Kemeriahan itu tercipta karena antusias peserta didik dalam mengikuti setiap kegiatan yang berlangsung.

Semangat Peserta Membara walau Workshop Telah Ditutup

filmWorkshop Media Audio Visual yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Media Pendidikan yang dilaksanakan tanggal 28 Maret sampai dengan 4 April telah ditutup secara resmi tanggal 17 April 2014 oleh Drs. Kukuh Santosa selaku Kepala Pusat Pengembangan Media Pendidikan. Workshop yang dibuka oleh Sekretaris Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi  Dr. Abdurrahman, M.Pd. tersebut menghasilkan tiga karya produksi audio visual dengan judul “Pertunjukan di Ruang Tengah”, “Rokok Membunuhmu” dan “Sesal”.

Dari ketiga karya tersebut yang menjadi karya terfavorit pilihan peserta adalah karya dengan judul “Pertunjukan di Ruang Tengah”. Karya tersebut menggambarkan seorang penari gadis yang cantik jelita berlatih di salah satu ruangan yang tembus pandang dari luar. Ada seorang pemuda yang melihatnya, dan entah inisiatif apa yang membuat hatinya tergerak untuk membunuh si gadis penari yang rupawan. Namun, ketika sang pemuda hendak membunuh dengan sebilah sabit yang menjadi teman setianya sang penari berbalik arah bahkan sebilah sabit tersebut menjadi senjata makan tuan. Walaupun karya ini satu-satunya karya yang tanpa dialog namun menjadi sangat kuat, ketika dipadukan dengan musik yang sangat kental dengan suasana, apalagi ditambah dengan pengambilan gambar yang dominan close-up membuat penonton larut dalam suasana yang dibuat oleh sutradara.

“Ini adalah karya yang layak ditonton walaupun kemungkinan ini adalah hasil karya pertama, makanya tidak heran jika ada alumni pelatihan yang terus menanjak karirnya di bebeberapa stasiun televisi swasta nasional” ungkap Kukuh pada saat penutupan.

Masih selalu terngiang oleh para peserta ungkapan motivasi dari Drs. Abdurrahman M.Pd. selaku Sekretaris LP3 pada waktu membuka acara bahwa kegiatan seperti ini membuat nilai positif tersendiri bagi seoarang mahasiswa karena tidak didapatkan di mata kuliah formal. “Ini adalah salah satu soft skill yang pasti dibutuhkan ketika di dunia kerja, karena di dalamnya pasti ada muatan-muatan kerja tim” tegas pria yang akarab dipanggil Pak Dur.

Hasil pantauan lp3.unnes.ac.id. walaupun worshop sudah ditutup namun masih banyak peserta yang berkunjung ke Pusat Pengembangan Media Pendidikan, ada yang bertanya-tanya, ada yang sharing ada pula yang sekedar main. Walaupun demikian Pusat Pengembangan Media Pendidikan komitmen tetap terbuka, apalagi untuk mereka para alumni pelatihannya.