Kadinas Pendidikan: Pengembangan Diri adalah Tugas Profesi untuk Guru

Saturday, 14 October 2017 | 14:09 WIB

IMG-20171014-WA0006

Semua guru wajib melakukan pengembangan diri, sebagai tugas profesi. Pengembangan diri bukanlah sekedar guru mengikuti kegiatan, kemudian dibuktikan dengan sertifikat, dan digunakan untuk naik pangkat. Kegiatan pengembangan diri adalah kewajiban guru sebagai tanggung jawab profesi dalam menjalani tugas. “Saat malaikat bertanya, apakah selama menjadi guru pernah mengikuti kegiatan pengembangan diri? Semua harus menjawab dengan jelas pernah”, ungkap Drs. Bunyamin, M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang pada pembukaan kegiatan Workshop dalam rangka Professors go to School di SMP Negeri 39 Semarang.

Program Professors go to School merupakan wujud peran serta Universitas Negeri Semarang dalam turut serta memajukan pendidikan nasional. Pada tahun 2017 ini, ada 6 wilayah sasaran yakni Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kendal, Salatiga, Demak, dan Kudus. Pengiriman profesor ke sekolah didasarkan atas kebutuhan sekolah. Koordinator Program untuk wilayah Semarang, Dr. Isnarto, M.Si dalam sambutan pembuka menyampaikan bahwa kegiatan ini berlangsung atas inisiasi Drs. Siminto, M.Pd (Kepala SMP Negeri 39 Semarang) yang menyampaikan permohonan ke LP3 UNNES untuk menyelenggarakan workshop tentang pengembangan RPP dan Penelitian Tindakan Kelas untuk guru-guru SMP di Kota Semarang.

Dalam kegiatan yang diikuti oleh 120 guru SMP di wilayah Kota Semarang ini, Universitas Negeri Semarang menghadirkan dua narasumber yakni Prof. Dr. Tri Marhaeni Pudji Astuti, M.Hum, dan Prof. Dr. Wiyanto, M.Si. Berbagai hal terkait pengembangan keprofesian berkelanjutan yang ditanyakan oleh guru dijawab dengan tuntas oleh Prof. Marheni yang sejak 2008 menjadi anggota Tim Penilai Angka Kredit Tingkat Nasional untuk Pengawas Sekolah dan Guru. Narasumber berpesan kepada guru untuk mengutamakan azas kebermaanfaatan dalam melakukan penelitian tindakan kelas dan keaslian dalam menulis laporan. Pada sesi kedua, Prof Wiyanto mengajak guru untuk menitikberatkan proses discovery/inquiry pada pembelajaran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran harus dirancang dengan menekankan pada proses berpikir ilmiah. Indikator pencapaian kompetensi yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan harus menjadi tujuan guru dalam mengelola pembelajaran.

Makalah dapat diunduh di sini.

Diunggah oleh: Dina Puspaningrum

Leave a Reply