Sekolah Laboratorium (Labschool) UNNES merupakan lanjutan dari lembaga yang telah ada sebelumnya yang di miliki IKIP Negeri Semarang yaitu sekolah Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) Tahun 1972 dan dibubarkan tahun 1989 menjadi SMA Negeri 5 Semarang.

Seiring dengan bergantinya nama IKIP Semarang menjadi Universitas Negeri Semarang maka itulah awal mula berdirinya Labschool UNNES sebagai wadah praktis mengajar, penelitian pendidikan dan inovasi pendidikan. Rektor UNNES mengembangkan Labschool tingkat PAUD yaitu Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak–Kanak (TK) serta Sekolah Dasar (SD), berstatus swasta berada di bawah pengelolaan UNNES dengan dasar SK Rektor No 105/O/2008 tanggal 26 Juni 2006 tentang Pendirian Sekolah Laboratorium (Labschool) dan SK Rektor No 106/P/2008 tentang Pengangkatan Pengelola Labschool Universitas Negeri Semarang.

Pada tahun 2012 kampus Labschool UNNES berpindah dari Kelud ke kampus baru di jalan Menoreh Tengah X No.4 Kelurahan Sampangan Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang. Sejak tahun itu pula Labschool UNNES betul-betul berbenah, utamanya dalam memanfaatkan sarana dan prasarana yang lebih lengkap demi memajukan sekolah menjadi lebih baik dan sukses.

Keunggulan.

Keunikan labschool yang menjadikannya spesial adalah keselarasan dengan UNNES sebagai Universitas berwawasan konservasi dan bereputasi Internasional, maka Kelompok Bermain Labschool UNNES juga menyiapkan anak-anak menghadapi tantangan global dan cerdas menggunakan tekhnologi sejak dini mengingat perkembangan tekhnologi yang semakin pesat.

Untuk menyiapkan Labschool UNNES sebagai sekolah bernuansa internasional menggunakan metode Trilingual, mengenalkan Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa dan Bahasa Inggris dalam pembelajaran melalui nyanyian, doa dan instruksi sederhana setiap hari. Didukung dengan penerapan MSQ “Manajemen Sosial Quotient” merupakan keunggulan yang diberikan di Labschool UNNES. MSQ Labschool UNNES merupakan penerapan utama AQ (Adversity Quotient) guna mendukung interaksi sosial serta mengedepankan dinamika ketrampilan hidupnya agar mudah mengembangkan adaptasi sosial secara optimal.

 

KURIKULUM dan pengembangannya

Labschool UNNES mengadopsi beberapa konsep pembelajaran dari para pakar pendidikan yang selama ini diacu oleh lembaga pendidikan nasional maupun dunia. Ki Hajar Dewantara, Montessori, Howard Gardner, dan banyak lagi yang lainnya, termasuk Kurikulum PAUD dari Kemdikbud, menginspirasi KB Labschool UNNES dalam menyusun kurikulum. Lebih prinsip lagi, KB Labschool UNNES juga meneladani metode pembelajaran yang diterapkan nilai-nilai karakter konservasi dan pilar konservasi UNNES dalam mendidik siswa. Hasil pengembangan KB Labschool UNNES dengan mengedepankan aspek perkembangan anak sesuai usianya (DAP/Developmentally Appropriate Practise).

Kurikulum yang digunakan SD Labschool UNNES adalah Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013. Kurikulum 2006 digunakan di kelas 3 dan 6, sedangkan kurikulum 2013 digunakan di kelas 1,2,4 dan 5. Selain menggunaka kurikulum dari pemerintah, SD Labschool UNNES juga mengembangkan kurikulum sekolah yang berpegangan pada budaya konservasi.

Kurikulum di LabSchool UNNES yang sudah disusun dan terus dikembangkan, mengintegrasikan lima aspek. Lima aspek yang menjadi kekhasan PAUD Labschool UNNES itu terdiri dari, 1) pendidikan agama, 2) penanaman nilai-nilai karakter konservasi, 3) penguasaan jiwa nasionalisme, 4) penguasan IT, dan 5) pengenalan lingkungan dan profesi. Integrated curriculum tersebut selanjutnya dijabarkan dalam tema-tema pembelajaran yang sistematik. Rutinitas harian, peringatan hari besar keagamaan dan hari besar nasional. kunjungan pengenalan lingkungan, pengenalan profesi, pameran, pentas, dan sebagainya diprogram sebagai aplikasi kurikulum terintegrasi. Guna menerapkan kurikulum unggul dan terintegrasi tersebut, KB Labschool UNNES menggunakan metode pembelajaran aktif (active learning).

Sistem moving kelas, sepuluh sentra di KB Labschool, mejadi pusat pengembangan semua aspek perkembangan dan kecerdasan anak didik. Desain tata ruang, media yang lengkap, dan aktivitas belajar tematik memotivasi anak untuk bertumbuh dan berkembang secara maksimal di usia emasnya. Sentra pendidikan anak tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Sentra Budaya Tradisional (nasionalisme dan kearifan lokal) digunakan untuk nguri-uri kebudayan lokal dan praktik salah satu pilar konservasi.
  2. Sentra Balok dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan visual spasial, motorik, logika matematika, berbahasa, sosialemosional.
  3. Sentra Bermain Peran mengaktifkan anak untuk bisa bermain peran makro (macro play) dan mikro (micro play).
  4. Sentra Bahan Alam mendorong anak-anak untuk dapat mengindera maupun melakukan eksperimen-eksperimen laksana seorang peneliti.
  5. Sentra Persiapan mengaktifkan anak untuk mengenal, memahami, dan menerapkan konsep-konsep dasar huruf, kata, maupun kalimat. Kemampun berbahasa Inggris juga dikenalkan di sentra ini bersama guru yang berkompeten. Simbol-simbol bilangan juga mulai dikenalkan di sentra ini.
  6. Sentra Seni disediakan untuk mengembangkan kemampuan motorik, daya estetis, kreativitas, dan imajinasi siswa.
  7. Sentra Olah Tubuh menyediakan alternatif ruang bermain bagi anak selain area permainan untuk melatih kelenturan, kelincahan, keseimbangan, koordinasi, keberanian, kerjasama dan sosialisasi anak.
  8. Sentra IMTAQ bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenal toleransi antar umat beragama, mengenalkan tata cara Ibadah, berdoa, dan simbol Agama.
  9. MY Religion bertujuan untuk meningkatkan dan penguatan setiap anak sesuai dengan agama yang di anutnya. Menanamkan rasa toleransi antar umat beragama dan nasionalisme sejak usia dini
  10. Sentra Memasak adalah tempat pengenalan peralatan dan pengenalan jiwa produktif sebagai pembiasaan dalam kebutuhan hidup sehari hari di lingkungannya

Pendekatan yang digunakan

Metode active learning dengan integrated curricula diterapkan KB Labschool UNNES dengan tujuan agar siswa dapat mempelajari setiap tema kegiatan secara aktif, dengan mempraktekkan konsep-konsep melalui konteks nyata atau pengalaman langsung, mengembangkan komunitas lokal dan global, serta kesempatan belajar di dalam dan luar kelas. Dengan keaktifannya, siswa mendapatkan pengetahuan secara utuh dan berkaitan satu sama lain serta dapat melatih kemampuan berpikir dari tingkat sederhana sampai tingkat tinggi seperti analisis, sintesis, dan evaluasi.

Penerapan 12 prinsip dalam apliksi DAP (Developmentally Appropriate Practices) atau pendidikan selaras dengan perkembangan anak ini merupakan pendukung pola asuh di KB labschool UNNES

  1. Seluruh perkembangan anak saling terkait satu dengan yang lainya dan saling mempengaruhi.
  2. Pertumbuhan dan perkembangan anak memiliki urutan yang runtut.
  3. Setiap anak memiliki proses perkembangan yang berbeda (tempo dan irama perkembangan anak tidak sama)
  4. Pengalaman sebelumnya mempengaruhi perkembangan anak selanjutnya.
  5. Proses perkembangan dari anak merupakan sesuatu yang dapat diperkirakan menuju kearah yang lebih komplek,terorganisasi dan terinternalisasi.
  6. Perkembangan dan pembelajaran dipengaruhi oleh kontek budaya dan sosial yang beragam.
  7. Anak merupakan pembelajar aktif.
  8. Perkembangan dan pembelajaran dipengaruhi kematangan secara biologis dan lingkungan.
  9. Bermain sebagai alat bagi anak dalam menunjukan tahap perkembanganya.
  10. Perkembangan anak akan lebih meningkat, jika anak akan diberikan kesempatan untuk melatih ketrampilan yang baru dan meningkatkan ketrampilan yang sudah dimilikinya sekarang.
  11. Anak memiliki beragam cara untuk belajar dan mencari tahu serta memiliki beragam berbagai cara untuk menunjukan apa yang diketahuinya.
  12. Anak akan mudah belajar jika anak merasa aman dan nyaman dalam lingkunganya.

Berstandar Internasional

KB Labschool UNNES telah melakukan upaya inovasi untuk tujuan pengembangan, penelitian dan uji coba secara akademisi. Hal ini sebagai pendukung universitas LPTK yang menfasilitasi pertukaran pelajar antar bangsa juga PPL Antarbangsa. Anak- anak sejak dini sudah dibiasakan mengenal bahasa budaya yang berbeda dan berinteraksi dengan orang secara langsung dari berbagai negara.

Untuk pengenalan IT, anak-anak KB Labschool diakrabkan dengan berbagai mutimedia melalui laptop, proyektor, dan perlatan teknologi lainnya.

Dalam rangka mendukung internasionalisasi Labschool, pada tahun 2017, Labschool juga menerima kunjungan dari Denmark dan Finlandia. Kunjungan keduanya bertujuan untuk melihat pembelajaran yang diberlakukan di Labschool. Kesan yang baik ditampakkan dari kedua tamu tersebut karena tingginya karakter yang ditampakkan oleh siswa Labschool.

Program unggulan

Di tingkat Sekolah Dasar, Labschool UNNES juga memiliki program unggulan, antara lain, impementasi muatan lokal dalam pembelajaran, pemanfaatan multimedia, pembiasaan literasi, ekstrakurikuler unggulan dan lain-lain. Berikut beberapa program unggulan di SD Labschool.

  1. Muatan lokal Bahasa Jawa. Sebagai sekolah berbasis konservasi, SD Labschool harus mengajarkan budaya tradisional dalam pembelajaran di sekolah sebagai cara melestarikan dan mengenalkannya. Karena terletak dan berada di Semarang, tentu saja bahasa jawa serta nilai luhur budaya jawa perlu dipahami oleh siswa.
  2. Penguatan Bahasa Inggris. Mengenalkan bahasa inggris sebagai bahasa sing pertama kepada anak ( English As A First Foreign Language)
  3. Multimedia class
  4. Penanaman IMTAQ sesuai agamanya
  5. Pembiasaan literasi di sekolah
  6. Ekstra kurikuler : Bahasa Inggris, Menggambar dan mewarna, Senam Ritmik, Menari, Tae Kwon Do, Renang, Imtaq dan After School.
  7. Field Trip, sebagai kegiatan aktualisasi pembelajaran sehari-hari