Parikan Konservasi

Parikan adalah khasanah sastra Jawa yang berisi permainan bunyi antar klausa atau (bahkan) kalimat. Permainan tersebut dinamakan purwakanthi atau sajak –dalam bahasa Indonesia.
Parikan oleh masyarakat penggunanya seringkali digunakan untuk kebutuhan komunikasi khusus, misalnya (1) membuat lagu; (2) bubuhan dalam karya sastra geguritan (puisi),ataupun cerkak (cerpen); (3) pidato; (4) iklan dalam bentuk reklame; dan lain sebagainya. Kecenderungan, parikan lebih dikenal dalam bahasa Indonesia, yaitu pantun.
Wujud parikan yang digunakan oleh masyarakat terdiri atas dua macam, yaitu parikan lamba yang meliputi satu sampiran (panjingan) dan satu isi (surasa) dan parikan mremet yang meliputi dua sampiran dan dua isi. Terkadang makna sampiran tidak berhubungan atau tidak harus berhubungan (bebas) dengan isi parikan. Sampiran bersifat bebas dan isi bersifat simpulan yang berupa kritik, saran, atau pesan tertentu (sesuai kebutuhan).

Contoh parikan klasik yang terdiri atas dua panjingan dan dua surasa adalah sebagai berikut.

Suwe ora jamu, (1a)

jamu godhong tela, (2a)

Suwe ra ketemu, (1b)

ketemu pisan gawe gela (2b)

kalimat yang tercetak miring dengan kode (a) adalan panjingan atau sampiran, sedangkan kalimat yang tercetak tegak dengan kode (b) adalah surasa atau isi. Tidak jauh berbeda dengan contoh parikan lamba, parikan ini juga tetap menggunakan permainan bunyi sebagai ciri khasnya. Cara mengidentifikasi contoh di atas adalah, kode (1a) /-mu/ berjodong (permainan bunyinya sesuai dengan) (1b) /-mu/, sedangkan (2a) /-la/ berjodoh dengan (2b) /-la/.

Simpulannya, permainan bunyi berupa pengulangan biasanya terletak pada akhir suku kata. Hal tersebut membuat sens tersendiri bagi para peminatnya.

Bagaimana, tertarik? Mari membuat sesuai dengan contoh.

(a) Paku pines ketutul trasi,ya mung Unnes kampus konservasi

(b) Mangan klethikan sinambi karaoke,

Klasane digulung gantia sing dawa

Nulis parikan pancen nyenengake,

Kanggo srawung mring budaya Jawa

Bagi mahasiswa pengambil mata kuliah konservasi wajib ikut berpartisipasi dalam koleksi parikan mahasiswa Unnes yang akan dimulai menguplod ke laman ini pada hari minggu tanggal 8 November 2015 pukul Jam 00.00 Wib sampai dengan 12 November 2015 pukul 00.00 Wib.
Adapun ketentuan parikan sebagai berikut;
1. Tidak boleh sara
2. Membuat 3 parikan tiap parikan 4 baris

Bagi mahasiswa yang plagiat maka parikan dibatalkan. Info dapat diklik di sini. Isilah form berikut ini.

Diperbarui oleh: Agung Wiyanto | Selasa, 10 November 2015 17:24 WIB