LP3 UNNES selalu berupaya untuk menjaga konsistensi konservasi pada setiap kegiatannya. Seperti yang baru-baru ini terlihat adalah penggunakan kotak makan yang terbuat dari anyaman bambu untuk hidangan konsumsi kegiatan Focus Group Discussion (FGD) (13/5) di Smart Classroom LP3 UNNES. Tidak hanya tempat dus makan yang terbuat dari anyaman bambu, isi di dalamnya pun berupa makanan khas daerah yang menjunjung kearifan lokal, seperti: pisang rebus, kacang rebus, naga sari, dan lemper yang dikemas dengan menggunakan balutan daun pisang. Untuk mempercantik tampilan dus anyaman bambu, digunakan pita yang terbuat dari bahan ramah lingkungan untuk mempercantik penampilan agar lebih menarik dan menggugah selera.

Disampaikan oleh Ibu Elsry Widaratri, S.E., M.M., bahwa LP3 selalu berupaya untuk mempromosikan konservasi kampus ketika melaksanakan kegiatan, baik dengan menggunakan bahan ramah lingkungan maupun dengan fasilitasi penggunaan ruang kelas yang hemat energi. Disampaikan bahwa penggunaan dus berbahan bambu adalah hal sederhana yang dapat dilakukan untuk menyuarakan konservasi di kampus. Terlebih tamu yang datang adalah mitra dari luar kampus, yakni mitra LP3 dari 11 kampus berbeda. Sehingga, kegiatan menggunakan dus bambu sebagai tempat makanan ringan bisa digunakan sebagai sarana promosi konservasi.